Model Pembelajaran STAD, Apa itu? Dan Bagaimana Langkah Pembelajarannya?





Baca Juga

Model Pembelajaran STAD, Langkah - Langkah Model Pembelajaran STAD, dan Pengertian Model Pembelajaran STAD -- Sebuah pembelajaran yang dikatakan cukup berhasil adalah jika pembelajaran tersebut efektif dan memenuhi kaidah pembelajaran PAIKEM. Anda sebagai seorang guru haruslah melibatkan siswa dalam setiap aktivitas pembelajaran. Jangan sampai Anda hanya menerangkan materi tanpa mengajak siswa berinteraksi sama sekali. Kalau Anda masih saja seperti itu maka Anda hanya akan menambah ilmu Anda sendiri dan tidak menambah ilmu murid Anda. Jadi yang pintar hanya gurunya bukan siswanya.

Model Pembelajaran STAD

Oleh karena itu, Anda sebagai seorang guru harus menciptakan sebuah atmosfer belajar yang menyenangkan. Untuk itu, Anda bisa menggunakan Model Pembelajaran STAD. STAD atau yang lebih dikenal dengan Student Team Achievement Division sejatinya sudah diperkenalkan di universitas John Hopkin oleh Robert Slavin. Anda bisa mengembangkan model pembelajaran STAD ini untuk merubah suasana kelas Anda yang cenderung pasif atau diam.

Pengertian Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division)

STAD merupakan salah satu anggota dari model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini sangat mudah untuk diaplikasikan didalam kelas. Anda bisa menjadikan kelas berkelompok yang terdiri dari 3 hingga 6 orang. Namun menurut admin lebih enak lagi cukup 4 orang saja. Anda sebagai guru berhak untuk menentukan anggota grup ini. Jadi berkreasilah sebagai seorang guru.

Dalam membagi kelompok, guru harus mempertimbangkan jenis kelamin dan bahkan tingkatan kerja siswa-siswinya. Dengan begini maka kelas akan menjadi random. Tidak harus pintar dengan pintar ataupun kurang pandai dengan kurang pandai.

Namun ingat sebagai guru, Anda harus memperhatikan komponen berikut ini untuk membuat model pembelajaran STAD bisa berjalan dengan lancara yaitu penyajian kelas, belajar kelompok, kuis, skor atau nilai, dan penghargaan kelompok.

Step demi Step Pengaplikasian Model Pembelajaran STAD di dalam Kelas

Inilah langkah-langkah model pembelajaran STAD di kelas yang dapat Anda ikuti.
  1. Lembar diskusi dan materi.
  2. Bentuk kelas menjadi kelompok berdasarkan rangking. Hitung jumlah kelompok dalam satu kelas. Lembar kerja harus sesuai. Tentukan skor dan buat jadwal pembelajaran.
  3. Proses KBM. Guru harus menjelaskan dengan gamblang mengenai apa hasil yang dicapai dan menyuruh siswa untuk mengerjakan soal.
  4. Setelah siswa mengerjakan soal secara individu maka kerjaan tadi dibawa kedalam ranah kelompok.
  5. Dalam proses diskusi, guru mendampingi siswa dalam berdiskusi.
  6. Berikutnya, Kuis. Jika diskusi kelompok sudah selesai maka kelas mengadakan sedikit kuis. Kuis ini bisa secara individu. Setiap siswa mendapatkan satu lembar kerja dan harus mengerjakan sendiri.
  7. Hasil akhir kuis akan menjadi nilai kelompok.
  8. Terakhir, beri penghargaan. Dari hasil terakhir diatas maka akan diketahui kelompok mana yang paling baik maka penghargaan harus diberikan.
  9. Selesai.
Penting diingat bagi guru dalam pembagian kelompok model pembelajaran STAD ini harus memperhatikan betul level setiap anggota kelompok. Harus seimbang dan tidak boleh salah satu berat sebelah. Jadi guru harus memperhatikan betul kelebihan dan kelemahan model pembelajaran STAD ini. Jika jumlah kelompok juga tidak diatur sedemikian rupa maka diskusi juga tidak efektif. Tapi kalau guru berhasil dalam menghandel kelasnya, siswa akan mudah sekali menangkap materi pembelajaran dengan model STAD.

Demikianlah penjelasan apa itu Model Pembelajaran STAD dan Bagaimana Langkah-Langkah Pembelajarannya? Semoga beruntung dan semoga berhasil.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Model Pembelajaran STAD, Apa itu? Dan Bagaimana Langkah Pembelajarannya?"

Post a Comment

Peraturan Dalam Berkomentar:
1. Komentar harus relevan dengan konten blog
2. Harus menggunakan bahasa yang sopan
3. Tidak boleh menyinggung SARA or Bullying.
4. Hindari komentar SPAM. Exp: Nice gan, Makasih Gan, dll
5. Tidak ada link di dalam isi komentar. Aktif maupun tidak.

Gunakanlah Sarana Publik ini dengan Bijak. Baca dan Pahami isinya baru Berkomentar. Terimakasih.